Senin, 09 Mei 2011

BMKG: Gelombang di Aceh Capai 3,5 Meter

Sat, Mar 26th 2011, 14:10
* Hujan dan Angin Kencang Landa Singkil

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blangbintang, Aceh Besar memprediksi, dalam sepekan ini (periode 25-31 Maret) di Aceh masih berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai petir dan angin kencang yang durasinya singkat. Sedangkan gelombang di perairan utara dan barat-selatan Aceh, sepekan ke depan, menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Blangbintang, Alvianto, melalui prakirawan Rahmad Tauladani,

tinggi maksimalnya bisa mencapai 3,5 meter. Ini karena, pengaruh dari adanya daerah tekanan rendah yang terjadi di utara Aceh. Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Aceh Singkil kemarin. Saat matahari terik, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba melanda wilayah ini, Jumat (25/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung, tidak menimbulkan korban apa pun, karena hujan deras disertai angin kencang itu tidak lama. Namun, sejumlah lokasi yang rawan banjir di daerah ini mulai tergenang. Warga yang sedang berada di jalan mendadak panik dan berlarian mencari tempat berlindung. “Anginnya kuat sekali, mana hujan lebat lagi, seperti hampir-hampir jatuh saya saat naik sepeda motor,” kata Mas Yanto, warga Singkil.

Sementara itu, sejumlah wilayah di daerah aliran sungai mulai tergenang akibat meningkatnya volume air. Pantauan Serambi di Dusun Pelita, Gunung Lagan, yang dekat dengan sungai Lae Ijuk, air mulai merendam pekarangan rumah warga dan perkebunan kelapa sawit. Cepatnya air di daerah itu naik, diduga karena banyaknya rawa yang selama ini berfungsi sebagai penampung air (reservoar), kini dikonversi menjadi kebun sawit.

Begitu pula halnya dengan volume air di sejumlah sungai besar yang bermuara ke Laut Singkil, seperti Lae Soraya dan Cinendang, mulai bertambah akibat tingginya curah hujan. Oleh karena itu, warga yang bermukim di DAS tersebut diminta mewaspadai kemungkinan banjir. Terkait genangan air di Singkil, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Blangbintang melalui prakirawan Rahmad Tauladani kepada Serambi di Aceh Besar, Jumat (25/3) mengatakan, hujan yang mengguyur Aceh Singkil kemarin intensitasnya sedang hingga lebat. Curah hujannya di atas 50 milimeter (mm).

Selain intensitas hujan yang tinggi, Aceh Singkil juga dilanda angin kencang berkecepatan 30 km/jam. “Namun, prakiraan kita besok intensitasnya mulai menurun. Hujan yang turun itu berintensitas ringan, sementara kecepatan angin masih 30 km/jam,” ungkap forcester ini. Menurut Rahmad, terjadinya cuaca buruk di Aceh Singkil kemarin dipicu oleh adanya daerah tekanan di wilayah tersebut yang mengakibatkan awan-awan konvektif (awan hujan) berkumpul di atas wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya.

Masih terjadi
Bicara scope yang lebih luas, Rahmad mengatakan, untuk wilayah Aceh secara keseluruhan, sepekan ke depan, akibat pengaruh adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah utara Aceh, serta hangatnya suhu permukaan laut, sehingga memberi peluang bagi tumbuhnya awan-awan konvektif di atas atmosfer Aceh. Pertanda, hujan berpeluang turun.

Keadaan cuaca yang seperti ini, diprediksi Rahmad, masih potensif terjadi dalam beberapa hari ke depan. Daerah-daerah yang terkena dampak akibat dari tekanan rendah tersebut adalah Aceh bagian utara, timur, dan tengah. “Angin kencang bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 10-30 km/jam,” prediksinya tujuh hari ke depan.

Capai 3,5 meter
Rahmad Tauladani secara khusus mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar pantai, pengguna atau pengusaha jasa angkutan penyeberangan laut, dan para nelayan agar senantiasa waspada dan berhati-hati saat melaut. Menurutnya, tinggi gelombang di perairan Aceh dalam pekan ini berkisar 1-3 m. Sedangkan di perairan utara-timur Aceh, tingginya 0,75-2 m dan di perairan barat-selatan Aceh berkisar 1-2,5 m.

Para nelayan di Aceh dia ingatkan untuk mewaspadai tinggi gelombang di perairan laut yang diperkirakan berpotensi mencapai 3,5 meter. “Perkiraan gelombang tinggi perairan laut Aceh itu disebabkan pengaruh dari adanya daerah tekanan rendah di Laut Arafura (Australia), karenanya kami mengimbau nelayan agar berhati-hati,” kata pejabat ramalan cuaca Aceh, Alvianto, di Banda Aceh, Jumat.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG pada Balai Besar Wilayah I Stasiun Meteorologi Blangbintang itu menyebutkan juga tinggi gelombang di perairan barat dan selatan Aceh berkisar satu hingga dua meter. Didampingi prakirawan BMKG Rahmad Tauladi, ia juga menyebutkan prospek cuaca untuk wilayah Aceh tersebut diperkirakan Aceh itu berlaku hingga beberapa hari mendatang. Daerah-daerah yang terkena dampak akibat dari tekanan rendah tersebut, antara lain, Aceh bagian utara, timur, dan tengah. Selain Aceh, daerah pertumbuhan awan-awan hujan juga meliputi wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Jawa, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Maluku Tenggara, Papua Barat, dan Papua. (c47/c39/ant)

Sumber : Serambinews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar