Sunday, 16 January 2011 18:11
ACEH UTARA - Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN I) menargetkan pada tahun 2016 mendatang, pembangunan areal kebun seluas 41.200 hektar yang bermitra dengan masyarakat petani di Provinsi Aceh dan pihak Perbankan akan selesai.
"Kami optimistis target pembangunan areal kebun kelapa sawit dan karet yang bermitra dengan masyarakat melalui program “Peumakmu Gampong” di Aceh tercapai pada 2016," kata Direktur Utama PTPN-I, Erwin Nasution, tadi sore.
Luas pembangunan areal kebun rakyat melalui program "Peumakmu Gampong" itu mencapai 41.200 hektar, tersebar hampir di seluruh kabupaten di provinsi tersebut.
Pelaksanaan revitalisasi perkebunan di Aceh melalui program "Peumakmu Gampong", dengan pemanfaatan fasilitas Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) dari Perbankan
Dari total luas areal perkebunan rakyat tersebut, masing-masing untuk komoditas kelapa sawit seluas 28.200 hektar dan karet 13.000 hektar. Program tersebut akan melibatkan antara 13.500-20.000 Kepala Keluarga (KK) selaku petani peserta.
"Kaum dhuafa, dan korban konflik akan menjadi kriteria yang akan dilibatkan dalam program ini. Kedepan akan dibangun kebun kerjasama dengan koperasi pondok pesantren yang ada di Aceh," katanya menjelaskan.
Erwin berharap, dengan adanya kerja sama maka kedepan akan terjadi transformasi teknologi kepada masyarakat petani, sehingga petani yang selama ini melakukan usaha perkebunan secara tradisional akan termotivasi untuk menerapkan praktek budidaya maju.
"Kami juga optimistis bahwa sinergis antara PTPN I dengan PTPN III, PTPN I dan PTPN IV dapat menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan juga memberikan kemaslahatan seluas-luasnya untuk masyarakat di lingkungan perusahaan," katanya.
sumber : Waspada.co.id
Tampilkan postingan dengan label revitalisasi lahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label revitalisasi lahan. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Februari 2011
Minggu, 13 Februari 2011
Pemerintah Revitalisasi 41.200 Ha Lahan Rakyat di Aceh
Sat, Jan 15th 2011, 19:41
SAWANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mencanangkan program penanaman perdana 41.200 hektare pohon karet dan sawit, di Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu. Dalam kunjungan kerja tersebut, Mustafa Abubakar didampingi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Camat Sawang, Sufyan, Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Farhan Hamid, Ketua DPR Aceh, Tgk Hasbi Abdullah, Direktur Utama PTPN I Amir Nasution, Dirut PTPN III Amri Siregar dan Dirut PTPN IV Dahlan Harapap.
Direktur Utama PTPN I Erwin Nasution mengatakan, pengembangan perkebunan rakyat seluas 41.200 hektare itu akan tersebar di 12 Kabupaten di wilayah kerja PTPN I.
Hingga tahun 2016, sebanyak 28.000 hektare akan ditanami kelapa sawit, dan 13.000 hektare tanaman karet. Adapun total dana yang dibutuhkan untuk seluruh program revitalisasi mencapai sekitar Rp 2,3 triliun, atau sekitar Rp 30 juta per hektare. Erwin menuturkan, dalam tiga tahun ke depan akan direalisasikan di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang seluas 19.200 hektare.
Untuk membiayai program revitalisasi itu akan dibiayai dari pinjaman Bank Mandiri dan Bank BRI, dengan jaminan dari PTPN III dan PTPN IV sebagai pihak penjamin pendanaan. PTPN I, III dan IV juga akan menangani pengelolaan dan sistem perkebunan. Sementara itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, program revitalisasi ini akan melibatkan 20.500 kepala keluarga selaku petani peserta masyarakat lokal. Masing-masing kepala keluarga nantinya akan mendapatkan kebun seluas rata-rata dua hektare. "Secara bertahap pinjaman akan dikembalikan jika perkebunan sudah berhasil," ujar Irwandi.
Perkebunan rakyat program "Peumakmu Gampong" ini diharapkan dapat mempercepat pengembanga perkebunan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Aceh, melalui program perluasan lahan, revitalisasi. "Program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru. Warga sebagai pemilik lahan, juga sekaligus dapat menjadi pekerja," kata Irwandi. Ia menambahkan, ke depan tidak hanya melibatkan BUMN tetapi juga yang akan dilibatkan dalam mengembangkan lahan di Aceh, namun juga melibatkan pihak swasta.
Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam sambutannya mengatakan mendorong penuh program revitalisasi pembangunan perkebunan tersebut. Program revitalisasi perkebunan tersebut dalam rangka "Peumakmu Gampoeng" harus ada percepatan sistem dan luas pengembangan lahan yang akan direvitalisasi di seluruh Aceh. Ia menuturkan, selaku kuasa pemegang saham BUMN, Kementerian akan terus menggerakkan perusahaan milik negara untuk melakukan sinergi dalam membantu realisasi pengembangan lahan yang akan direvitalisasi. "Bank BUMN, dan PTPN menjadi bukti bahwa pemerintah turut menjadi pendorong untuk memakmurkan rakyat Aceh," katanya. Pada kesempatan itu, Mustafa meminta agar warga pemilik lahan tetap tunduk kepada PTPN dan Bank BUMN sebagai induk plasma, sehingga ada jaminan peningkatan kesejahteraan rakyat. (ant)
Sumber : Serambinews.com
SAWANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mencanangkan program penanaman perdana 41.200 hektare pohon karet dan sawit, di Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu. Dalam kunjungan kerja tersebut, Mustafa Abubakar didampingi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Camat Sawang, Sufyan, Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Farhan Hamid, Ketua DPR Aceh, Tgk Hasbi Abdullah, Direktur Utama PTPN I Amir Nasution, Dirut PTPN III Amri Siregar dan Dirut PTPN IV Dahlan Harapap.
Direktur Utama PTPN I Erwin Nasution mengatakan, pengembangan perkebunan rakyat seluas 41.200 hektare itu akan tersebar di 12 Kabupaten di wilayah kerja PTPN I.
Hingga tahun 2016, sebanyak 28.000 hektare akan ditanami kelapa sawit, dan 13.000 hektare tanaman karet. Adapun total dana yang dibutuhkan untuk seluruh program revitalisasi mencapai sekitar Rp 2,3 triliun, atau sekitar Rp 30 juta per hektare. Erwin menuturkan, dalam tiga tahun ke depan akan direalisasikan di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang seluas 19.200 hektare.
Untuk membiayai program revitalisasi itu akan dibiayai dari pinjaman Bank Mandiri dan Bank BRI, dengan jaminan dari PTPN III dan PTPN IV sebagai pihak penjamin pendanaan. PTPN I, III dan IV juga akan menangani pengelolaan dan sistem perkebunan. Sementara itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, program revitalisasi ini akan melibatkan 20.500 kepala keluarga selaku petani peserta masyarakat lokal. Masing-masing kepala keluarga nantinya akan mendapatkan kebun seluas rata-rata dua hektare. "Secara bertahap pinjaman akan dikembalikan jika perkebunan sudah berhasil," ujar Irwandi.
Perkebunan rakyat program "Peumakmu Gampong" ini diharapkan dapat mempercepat pengembanga perkebunan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Aceh, melalui program perluasan lahan, revitalisasi. "Program ini diharapkan membuka lapangan kerja baru. Warga sebagai pemilik lahan, juga sekaligus dapat menjadi pekerja," kata Irwandi. Ia menambahkan, ke depan tidak hanya melibatkan BUMN tetapi juga yang akan dilibatkan dalam mengembangkan lahan di Aceh, namun juga melibatkan pihak swasta.
Sementara itu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam sambutannya mengatakan mendorong penuh program revitalisasi pembangunan perkebunan tersebut. Program revitalisasi perkebunan tersebut dalam rangka "Peumakmu Gampoeng" harus ada percepatan sistem dan luas pengembangan lahan yang akan direvitalisasi di seluruh Aceh. Ia menuturkan, selaku kuasa pemegang saham BUMN, Kementerian akan terus menggerakkan perusahaan milik negara untuk melakukan sinergi dalam membantu realisasi pengembangan lahan yang akan direvitalisasi. "Bank BUMN, dan PTPN menjadi bukti bahwa pemerintah turut menjadi pendorong untuk memakmurkan rakyat Aceh," katanya. Pada kesempatan itu, Mustafa meminta agar warga pemilik lahan tetap tunduk kepada PTPN dan Bank BUMN sebagai induk plasma, sehingga ada jaminan peningkatan kesejahteraan rakyat. (ant)
Sumber : Serambinews.com
Langganan:
Postingan (Atom)