MONDAY, 30 MAY 2011 12:43
BANDA ACEH - Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan diminta untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan. Sebab, berdasarkan amatan melalui satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18, sedikitnya kembali ditemukan empat titik api (hot spot), setelah sebelumnya ditemukan 11 titik api di kawasan hutan di Aceh.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Observasi dan Informasi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, Alvianto, melalui Prakirawan, Rahmad Tauladani dan Jaya Martuah Sinaga.
Dikatakan, dari empat titik api tersebut, satu ditemukan pada Jumat (27/5) di Abdya dan Sabtu (28/5) ditemukan kembali tiga titik api di kawasan hutan Aceh Barat dan Nagan Raya. Karena itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di tiga daerah tersebut, diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.
“Titik api bisa kita lihat sekitar pukul 17.00 WIB atau 18.00 WIB. Kebakaran hutan gambut yang terjadi Jumat (27/5) di Abdya, titik apinya sudah padam. Tadi kita amati melalui Satelit NOAA 18. Saat bersamaan kita kembali menemukan titik api kebakaran hutan. Satu di Aceh Barat dan dua di Nagan Raya,” kata Rahmad.
Menurutnya, tiga titik api yang terlihat Sabtu (28/5) kemarin, baru akan diketahui sudah padam atau belum keesokan sore harinya melalui satelit yang sama. “BMKG sekedar menginformasikan hari ini dan kemarin kembali menemukan empat titik api. Ini sebagai informasi kepada instansi terkait dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Jaya mengatakan dengan semakin bertambahnya titik api di tengah musim kemarau yang sedang melanda Aceh sekarang ini, tentu sangat rawan terjadinya kebakaran hutan yang disebabkan teriknya sinar matahari. “Karena itu, kita memprediksikan sepekan ke depan (28 Mei-4 Juni), kebakaran hutan dikhawatirkan kembali akan terulang,” katanya.
Dia mengatakan, pada Juli mendatang, suhu akan meningkat mencapai maksimum 35-36 derajat Celcius. Untuk Mei-Juni menurut prakiraannya suhu masih mencapai maksimum 34 derajat celcius. “Dengan suhu udara yang cukup tinggi, mendukung terjadinya titik api kebakaran hutan pada lahan kering dan tanah gambut di beberapa wilayah Aceh,” ujarnya.
Menurut Jaya, fenomena lain yang turut dirasakan sepekan depan meski kemarau, suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan (konvektif) berskala lokal masih terjadi di atmosfir Aceh. Dengan demikian meski kemarau, hujan tetap berpeluang terjadi dengan intensitas ringan di pesisir Aceh Utara dan Aceh Timur.
Selain itu, Jaya juga memprakirakan, sebagian wilayah Aceh, akan dilanda angin kencang. Sebutnya seperti di Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Timur. Kecepatan angin yang bertiup dari arah barat daya menuju barat laut dengan kecepatan 10-40 km/jam. “Angin diperkirakan bisa naik lagi kecepatannya maksimum 45 km/jam,” jelasnya.
sumber Waspada.co.id