* Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter
Sat, Apr 2nd 2011, 11:17
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar memprediksi empat hari ke depan (1-4 April), sejumlah daerah di Aceh masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang serta petir berdurasi singkat. Sedangkan tinggi gelombang di perairan barat-selatan Aceh diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi BMKG Blang Bintang, Alvianto melalui prakirawan, Rahmad Tauladani, kepada Serambi, Jumat (1/4) menjelaskan, meski cuaca terik, diperkirakan sejumlah wilayah Aceh untuk empat hari ke depan berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang dan petir, terutama menjelang sore dan malam. Kondisi seperti itu diprediksi terjadi di Aceh bagian barat, selatan, dan timur.
Rahmad menambahkan, adanya pusaran angin di Samudera Hindia sebelah barat Aceh dan hangatnya suhu muka laut antara 28-29 derajat Celcius, sedikit banyak mempengaruhi peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan (awan konvektif) terutama di sejumlah wilayah Aceh. “Bukan itu saja, adanya aktivitas awan konvektif terkait dengan temperatur yang cukup tinggi pada siang hari (32-33 derajat Celcius), yang merupakan aktivitas atmosfer berskala lokal di mana hal itu akan memberikan peluang bagi pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan ringan hingga sedang pada sore atau malam hari,” jelasnya lagi.
Sementara itu, kata Rahmad, pola angin umumnya bertiup dari barat menuju utara dengan kecepatan 8-25 km/jam. Namun di bagian barat-selatan Aceh, angin yang bertiup maksimum kecepatannya diperkirakan mencapai 30 km/jam. Sedangkan prakiraan tinggi gelombang laut empat hari ke depan, di perairan Aceh dan barat-selatan mencapai ketinggian yang sama yaitu 1,25-2,0 meter, maksimum 2,5 meter. Untuk di perairan utara Aceh tinggi gelombang berkisar 0,5-1,25 meter.
“Masyarakat perlu waspada, saat ini Aceh masih mengalami musim pancaroba belum lagi memasuki musim kemarau. Di mana dalam masa peralihan ini kondisi cuaca di Aceh tidak konsisten, bisa berubah-rubah. Sepekan lalu, kita mengalami hujan ekstrem, empat hari ke depan terjadi terik kembali namun hujan masih tetap berpeluang turun, ringan hingga sedang,” kata prakirawan ini mengingatkan.(c47)
Sumber : Serambinews.com
Tampilkan postingan dengan label Iklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iklim. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Juni 2011
Senin, 09 Mei 2011
BMKG: Gelombang di Aceh Capai 3,5 Meter
Sat, Mar 26th 2011, 14:10
* Hujan dan Angin Kencang Landa Singkil
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blangbintang, Aceh Besar memprediksi, dalam sepekan ini (periode 25-31 Maret) di Aceh masih berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai petir dan angin kencang yang durasinya singkat. Sedangkan gelombang di perairan utara dan barat-selatan Aceh, sepekan ke depan, menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Blangbintang, Alvianto, melalui prakirawan Rahmad Tauladani,
tinggi maksimalnya bisa mencapai 3,5 meter. Ini karena, pengaruh dari adanya daerah tekanan rendah yang terjadi di utara Aceh. Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Aceh Singkil kemarin. Saat matahari terik, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba melanda wilayah ini, Jumat (25/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung, tidak menimbulkan korban apa pun, karena hujan deras disertai angin kencang itu tidak lama. Namun, sejumlah lokasi yang rawan banjir di daerah ini mulai tergenang. Warga yang sedang berada di jalan mendadak panik dan berlarian mencari tempat berlindung. “Anginnya kuat sekali, mana hujan lebat lagi, seperti hampir-hampir jatuh saya saat naik sepeda motor,” kata Mas Yanto, warga Singkil.
Sementara itu, sejumlah wilayah di daerah aliran sungai mulai tergenang akibat meningkatnya volume air. Pantauan Serambi di Dusun Pelita, Gunung Lagan, yang dekat dengan sungai Lae Ijuk, air mulai merendam pekarangan rumah warga dan perkebunan kelapa sawit. Cepatnya air di daerah itu naik, diduga karena banyaknya rawa yang selama ini berfungsi sebagai penampung air (reservoar), kini dikonversi menjadi kebun sawit.
Begitu pula halnya dengan volume air di sejumlah sungai besar yang bermuara ke Laut Singkil, seperti Lae Soraya dan Cinendang, mulai bertambah akibat tingginya curah hujan. Oleh karena itu, warga yang bermukim di DAS tersebut diminta mewaspadai kemungkinan banjir. Terkait genangan air di Singkil, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Blangbintang melalui prakirawan Rahmad Tauladani kepada Serambi di Aceh Besar, Jumat (25/3) mengatakan, hujan yang mengguyur Aceh Singkil kemarin intensitasnya sedang hingga lebat. Curah hujannya di atas 50 milimeter (mm).
Selain intensitas hujan yang tinggi, Aceh Singkil juga dilanda angin kencang berkecepatan 30 km/jam. “Namun, prakiraan kita besok intensitasnya mulai menurun. Hujan yang turun itu berintensitas ringan, sementara kecepatan angin masih 30 km/jam,” ungkap forcester ini. Menurut Rahmad, terjadinya cuaca buruk di Aceh Singkil kemarin dipicu oleh adanya daerah tekanan di wilayah tersebut yang mengakibatkan awan-awan konvektif (awan hujan) berkumpul di atas wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya.
Masih terjadi
Bicara scope yang lebih luas, Rahmad mengatakan, untuk wilayah Aceh secara keseluruhan, sepekan ke depan, akibat pengaruh adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah utara Aceh, serta hangatnya suhu permukaan laut, sehingga memberi peluang bagi tumbuhnya awan-awan konvektif di atas atmosfer Aceh. Pertanda, hujan berpeluang turun.
Keadaan cuaca yang seperti ini, diprediksi Rahmad, masih potensif terjadi dalam beberapa hari ke depan. Daerah-daerah yang terkena dampak akibat dari tekanan rendah tersebut adalah Aceh bagian utara, timur, dan tengah. “Angin kencang bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 10-30 km/jam,” prediksinya tujuh hari ke depan.
Capai 3,5 meter
Rahmad Tauladani secara khusus mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar pantai, pengguna atau pengusaha jasa angkutan penyeberangan laut, dan para nelayan agar senantiasa waspada dan berhati-hati saat melaut. Menurutnya, tinggi gelombang di perairan Aceh dalam pekan ini berkisar 1-3 m. Sedangkan di perairan utara-timur Aceh, tingginya 0,75-2 m dan di perairan barat-selatan Aceh berkisar 1-2,5 m.
Para nelayan di Aceh dia ingatkan untuk mewaspadai tinggi gelombang di perairan laut yang diperkirakan berpotensi mencapai 3,5 meter. “Perkiraan gelombang tinggi perairan laut Aceh itu disebabkan pengaruh dari adanya daerah tekanan rendah di Laut Arafura (Australia), karenanya kami mengimbau nelayan agar berhati-hati,” kata pejabat ramalan cuaca Aceh, Alvianto, di Banda Aceh, Jumat.
Kasi Observasi dan Informasi BMKG pada Balai Besar Wilayah I Stasiun Meteorologi Blangbintang itu menyebutkan juga tinggi gelombang di perairan barat dan selatan Aceh berkisar satu hingga dua meter. Didampingi prakirawan BMKG Rahmad Tauladi, ia juga menyebutkan prospek cuaca untuk wilayah Aceh tersebut diperkirakan Aceh itu berlaku hingga beberapa hari mendatang. Daerah-daerah yang terkena dampak akibat dari tekanan rendah tersebut, antara lain, Aceh bagian utara, timur, dan tengah. Selain Aceh, daerah pertumbuhan awan-awan hujan juga meliputi wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Jawa, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Maluku Tenggara, Papua Barat, dan Papua. (c47/c39/ant)
Sumber : Serambinews.com
* Hujan dan Angin Kencang Landa Singkil
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blangbintang, Aceh Besar memprediksi, dalam sepekan ini (periode 25-31 Maret) di Aceh masih berpeluang turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai petir dan angin kencang yang durasinya singkat. Sedangkan gelombang di perairan utara dan barat-selatan Aceh, sepekan ke depan, menurut Kasi Observasi dan Informasi BMKG Blangbintang, Alvianto, melalui prakirawan Rahmad Tauladani,
tinggi maksimalnya bisa mencapai 3,5 meter. Ini karena, pengaruh dari adanya daerah tekanan rendah yang terjadi di utara Aceh. Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Aceh Singkil kemarin. Saat matahari terik, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba melanda wilayah ini, Jumat (25/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung, tidak menimbulkan korban apa pun, karena hujan deras disertai angin kencang itu tidak lama. Namun, sejumlah lokasi yang rawan banjir di daerah ini mulai tergenang. Warga yang sedang berada di jalan mendadak panik dan berlarian mencari tempat berlindung. “Anginnya kuat sekali, mana hujan lebat lagi, seperti hampir-hampir jatuh saya saat naik sepeda motor,” kata Mas Yanto, warga Singkil.
Sementara itu, sejumlah wilayah di daerah aliran sungai mulai tergenang akibat meningkatnya volume air. Pantauan Serambi di Dusun Pelita, Gunung Lagan, yang dekat dengan sungai Lae Ijuk, air mulai merendam pekarangan rumah warga dan perkebunan kelapa sawit. Cepatnya air di daerah itu naik, diduga karena banyaknya rawa yang selama ini berfungsi sebagai penampung air (reservoar), kini dikonversi menjadi kebun sawit.
Begitu pula halnya dengan volume air di sejumlah sungai besar yang bermuara ke Laut Singkil, seperti Lae Soraya dan Cinendang, mulai bertambah akibat tingginya curah hujan. Oleh karena itu, warga yang bermukim di DAS tersebut diminta mewaspadai kemungkinan banjir. Terkait genangan air di Singkil, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Blangbintang melalui prakirawan Rahmad Tauladani kepada Serambi di Aceh Besar, Jumat (25/3) mengatakan, hujan yang mengguyur Aceh Singkil kemarin intensitasnya sedang hingga lebat. Curah hujannya di atas 50 milimeter (mm).
Selain intensitas hujan yang tinggi, Aceh Singkil juga dilanda angin kencang berkecepatan 30 km/jam. “Namun, prakiraan kita besok intensitasnya mulai menurun. Hujan yang turun itu berintensitas ringan, sementara kecepatan angin masih 30 km/jam,” ungkap forcester ini. Menurut Rahmad, terjadinya cuaca buruk di Aceh Singkil kemarin dipicu oleh adanya daerah tekanan di wilayah tersebut yang mengakibatkan awan-awan konvektif (awan hujan) berkumpul di atas wilayah Aceh Singkil dan sekitarnya.
Masih terjadi
Bicara scope yang lebih luas, Rahmad mengatakan, untuk wilayah Aceh secara keseluruhan, sepekan ke depan, akibat pengaruh adanya daerah tekanan rendah di Samudra Hindia sebelah utara Aceh, serta hangatnya suhu permukaan laut, sehingga memberi peluang bagi tumbuhnya awan-awan konvektif di atas atmosfer Aceh. Pertanda, hujan berpeluang turun.
Keadaan cuaca yang seperti ini, diprediksi Rahmad, masih potensif terjadi dalam beberapa hari ke depan. Daerah-daerah yang terkena dampak akibat dari tekanan rendah tersebut adalah Aceh bagian utara, timur, dan tengah. “Angin kencang bertiup dari arah barat dengan kecepatan berkisar 10-30 km/jam,” prediksinya tujuh hari ke depan.
Capai 3,5 meter
Rahmad Tauladani secara khusus mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar pantai, pengguna atau pengusaha jasa angkutan penyeberangan laut, dan para nelayan agar senantiasa waspada dan berhati-hati saat melaut. Menurutnya, tinggi gelombang di perairan Aceh dalam pekan ini berkisar 1-3 m. Sedangkan di perairan utara-timur Aceh, tingginya 0,75-2 m dan di perairan barat-selatan Aceh berkisar 1-2,5 m.
Para nelayan di Aceh dia ingatkan untuk mewaspadai tinggi gelombang di perairan laut yang diperkirakan berpotensi mencapai 3,5 meter. “Perkiraan gelombang tinggi perairan laut Aceh itu disebabkan pengaruh dari adanya daerah tekanan rendah di Laut Arafura (Australia), karenanya kami mengimbau nelayan agar berhati-hati,” kata pejabat ramalan cuaca Aceh, Alvianto, di Banda Aceh, Jumat.
Kasi Observasi dan Informasi BMKG pada Balai Besar Wilayah I Stasiun Meteorologi Blangbintang itu menyebutkan juga tinggi gelombang di perairan barat dan selatan Aceh berkisar satu hingga dua meter. Didampingi prakirawan BMKG Rahmad Tauladi, ia juga menyebutkan prospek cuaca untuk wilayah Aceh tersebut diperkirakan Aceh itu berlaku hingga beberapa hari mendatang. Daerah-daerah yang terkena dampak akibat dari tekanan rendah tersebut, antara lain, Aceh bagian utara, timur, dan tengah. Selain Aceh, daerah pertumbuhan awan-awan hujan juga meliputi wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Jawa, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Maluku Tenggara, Papua Barat, dan Papua. (c47/c39/ant)
Sumber : Serambinews.com
Minggu, 13 Maret 2011
BMKG : Cuaca Ekstrem Hingga Sepekan ke Depan
Sat, Jan 29th 2011, 11:26
BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (28/1) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah Aceh hingga sepekan ke depan, 29 Januari-4 Februari 2011. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Blang Bintang, Alvianto melalui prakirawan Jaya Martuah Sinaga, memprediksi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian besar wilayah Aceh.
Wilayah yang terancam cuaca buruk sepekan ke depan yaitu Banda Aceh, Meulaboh, pesisir pantai barat Aceh, Lhokseumawe, perairan utara Aceh, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan kepulauan Sabang. Menurut Jaya, kondisi itu dipicu adanya siklon tropis bianca di perairan sebelah barat Broome, Australia Barat sebelah selatan Denpasar, serta adanya pusat daerah tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya Aceh yang membentuk pumpunan angin memanjang di wilayah Aceh sehingga terbentuknya belokan angin dan pertemuan massa udara yang berbeda.
“Angin di atas wilayah Aceh bertiup dari utara ke timur laut dengan kecepatan berkisar antara 08-45 km/jam. Intensitas hujan yang turun rata-rata 20-30 mm/hari, maksimum bisa mencapai 50 mm/hari,” kata Jaya. Ketinggian gelombang laut di perairan Aceh dan utara-timur Aceh dalam sepekan ke depan berkisar 2,0-3,0 meter maksimum 3,5 meter. Sedangkan untuk wilayah barat-selatan Aceh, berkisar 2,0-2,5 meter maksimum 3,0 meter. “Untuk nelayan dan jasa pelayaran penyeberangan laut, perlu waspadai kondisi tersebut, apalagi ketika melihat awan besar hitam, karena bisa saja ketinggian gelombang laut di atas 3,5 meter dan kecepatan angin bisa di atas 45 km/jam,” demikian Jaya Martuah Sinaga.(c47)
Sumber : Serambinews.com
BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (28/1) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir diperkirakan akan terjadi di sejumlah wilayah Aceh hingga sepekan ke depan, 29 Januari-4 Februari 2011. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Blang Bintang, Alvianto melalui prakirawan Jaya Martuah Sinaga, memprediksi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian besar wilayah Aceh.
Wilayah yang terancam cuaca buruk sepekan ke depan yaitu Banda Aceh, Meulaboh, pesisir pantai barat Aceh, Lhokseumawe, perairan utara Aceh, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan kepulauan Sabang. Menurut Jaya, kondisi itu dipicu adanya siklon tropis bianca di perairan sebelah barat Broome, Australia Barat sebelah selatan Denpasar, serta adanya pusat daerah tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya Aceh yang membentuk pumpunan angin memanjang di wilayah Aceh sehingga terbentuknya belokan angin dan pertemuan massa udara yang berbeda.
“Angin di atas wilayah Aceh bertiup dari utara ke timur laut dengan kecepatan berkisar antara 08-45 km/jam. Intensitas hujan yang turun rata-rata 20-30 mm/hari, maksimum bisa mencapai 50 mm/hari,” kata Jaya. Ketinggian gelombang laut di perairan Aceh dan utara-timur Aceh dalam sepekan ke depan berkisar 2,0-3,0 meter maksimum 3,5 meter. Sedangkan untuk wilayah barat-selatan Aceh, berkisar 2,0-2,5 meter maksimum 3,0 meter. “Untuk nelayan dan jasa pelayaran penyeberangan laut, perlu waspadai kondisi tersebut, apalagi ketika melihat awan besar hitam, karena bisa saja ketinggian gelombang laut di atas 3,5 meter dan kecepatan angin bisa di atas 45 km/jam,” demikian Jaya Martuah Sinaga.(c47)
Sumber : Serambinews.com
Rabu, 19 Januari 2011
BMKG: Sepekan ke Depan, Cuaca Aceh Ekstrem
* Gelombang Capai 2,5 Meter
Sat, Jan 8th 2011, 12:20
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, memperingatkan masyarakat tentang cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada pekan depan (mulai 9 hingga 15 Januari 2011) di Aceh, khususnya di wilayah timur dan barat-selatan. Menurut Kepala Stasiun BMKG Blang Bintang, Samsuir DHS, melalui prakirawan Jaya Martuah Sinaga, Jumat (7/1), berdasarkan amatannya melalui citra satelit, masih terdapat pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Aceh maupun di sebelah selatan Pulau Jawa. Hal ini memengaruhi terbentuknya daerah belokan, pertemuan, dan pumpunan massa udara di atmosfer Aceh.
Selain itu, kata staf bagian analisis dan pengolahan data ini, suhu muka laut di perairan Indonesia, kisarannya 29-30,5 °Celcius. Kondisi seperti ini sangat mendukung untuk pertumbuhan awan-awan hujan di Aceh. “Kelembaban udara dari lapisan permukaan hingga 700 mb diperkirakan cukup basah. Hal ini dapat memicu pembentukan awan-awan hujan,” jelas Jaya kepada Serambi, kemarin. Menanggapi fenomena alam itu, prakirawan ini mengingatkan berdasarkan prediksi BMKG, sepekan ke depan di timur dan barat-selatan Aceh, akan terjadi cuaca buruk. Terutama hujan dengan intensitas rendah hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang. “Angin di atas wilayah Aceh bertiup dari barat ke arah barat laut Aceh dengan kecepatan berkisar antara 10-40 km/jam,” ungkapnya.
Jaya melanjutkan, daerah-daerah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem sepekan ke depan adalah Lhokseumawe dan perairan utara Aceh, Banda Aceh, Kepulauan Sabang, Meulaboh, dan pesisir pantai barat Aceh, dan Aceh Selatan. “Intensitas curah hujan di wilayah ini mencapai 20-50 milimeter per hari,” sebut Jaya.
Gelombang 2,5 meter
Sedangkan untuk tinggi gelombang, BMKG memprediksi sepekan depan, di perairan Aceh tinggi gelombang lautnya antara 1,5-2,5 meter. Sementara di perairan utara dan timur Aceh, tinggi gelombang antara 1,25-2 meter. Adapun di barat-selatan Aceh gelombang lautnya mencapai ketinggian yang sama dengan perairan Aceh. “Gelombang yang tinggi ini karena dipengaruhi kecepatan angin, kita minta masyarakat agar mewaspadai kondisi tersebut,” imbau Jaya. (c47)
Sumber : Serambinews.com
Sat, Jan 8th 2011, 12:20
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, memperingatkan masyarakat tentang cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada pekan depan (mulai 9 hingga 15 Januari 2011) di Aceh, khususnya di wilayah timur dan barat-selatan. Menurut Kepala Stasiun BMKG Blang Bintang, Samsuir DHS, melalui prakirawan Jaya Martuah Sinaga, Jumat (7/1), berdasarkan amatannya melalui citra satelit, masih terdapat pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Aceh maupun di sebelah selatan Pulau Jawa. Hal ini memengaruhi terbentuknya daerah belokan, pertemuan, dan pumpunan massa udara di atmosfer Aceh.
Selain itu, kata staf bagian analisis dan pengolahan data ini, suhu muka laut di perairan Indonesia, kisarannya 29-30,5 °Celcius. Kondisi seperti ini sangat mendukung untuk pertumbuhan awan-awan hujan di Aceh. “Kelembaban udara dari lapisan permukaan hingga 700 mb diperkirakan cukup basah. Hal ini dapat memicu pembentukan awan-awan hujan,” jelas Jaya kepada Serambi, kemarin. Menanggapi fenomena alam itu, prakirawan ini mengingatkan berdasarkan prediksi BMKG, sepekan ke depan di timur dan barat-selatan Aceh, akan terjadi cuaca buruk. Terutama hujan dengan intensitas rendah hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang. “Angin di atas wilayah Aceh bertiup dari barat ke arah barat laut Aceh dengan kecepatan berkisar antara 10-40 km/jam,” ungkapnya.
Jaya melanjutkan, daerah-daerah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem sepekan ke depan adalah Lhokseumawe dan perairan utara Aceh, Banda Aceh, Kepulauan Sabang, Meulaboh, dan pesisir pantai barat Aceh, dan Aceh Selatan. “Intensitas curah hujan di wilayah ini mencapai 20-50 milimeter per hari,” sebut Jaya.
Gelombang 2,5 meter
Sedangkan untuk tinggi gelombang, BMKG memprediksi sepekan depan, di perairan Aceh tinggi gelombang lautnya antara 1,5-2,5 meter. Sementara di perairan utara dan timur Aceh, tinggi gelombang antara 1,25-2 meter. Adapun di barat-selatan Aceh gelombang lautnya mencapai ketinggian yang sama dengan perairan Aceh. “Gelombang yang tinggi ini karena dipengaruhi kecepatan angin, kita minta masyarakat agar mewaspadai kondisi tersebut,” imbau Jaya. (c47)
Sumber : Serambinews.com
Senin, 13 Desember 2010
BMKG Minta Warga Waspadai Banjir
Curah Hujan Masih Tinggi
Sun, Dec 12th 2010, 10:46
BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, meminta masyarakat di wilayah timur-barat, sepekan depan (12-18 Desember), waspadai banjir. Mengingat curah hujan di wilayah tersebut diprediksi masih tinggi dan berpotensi banjir.
Kepala Stasiun BMKG Blang Bintang, Samsuir DHS, melalui prakirawan Jaya Martuah lewat telpon, Sabtu (11/12) mengatakan, dari amatannya melalui Citra Satelit, masih adanya pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan, Samudra Hindia sebelah barat daya Sumatera dan Laut Andaman di sebelah utara wilayah Aceh, sehingga hal itu dapat mempengaruhi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin.
“Pumpunan massa udara yang terjadi dan masih memanasnya suhu muka laut di perairan Indonesia termasuk Aceh dengan kisaran 29-30,5 derajat Celcius, juga sangat mendukung untuk pertumbuhan awan-awan hujan di atmosfir Aceh,” kata Jaya, Bagian Analisa dan Pengolahan Data, Stasiun Meteorologi, Blang Bintang.
Sebut parikirawan berdarah batak itu lagi, kelembaban udara dari lapisan permukaan terjadi hingga 700 mb, diperkirakan cukup basah, sehingga menurutnya, dapat mendukung untuk pembentukan awan-awan hujan. Melihat fenomena itu, jelas Jaya, potensi hujan dari ringan hingga sendang disertai petir dan angin kencang, terjadi hampir merata di seluruh wilayah Aceh.
Kemudian dia juga memprediksi, sepekan kedepan, curah hujan di timur dan barat Aceh dengan demikian masih cukup tinggi dan berpotensi banjir. “Jika hal ini tidak didukung dengan daerah resapan air dan daerah aliran sungai (DAS) yang baik, maka menurutnya, potensi banjir akan terjadi, maka itu kita menghimbau agar masyarakat waspada,” kata Jaya kepada Serambi.
Menurut Jaya, wilayah yang dilanda cuaca buruk sepekan depan, hujan yang turun dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang akan melanda, Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Besar, Kepulauan Sabang, Meulaboh, dan patai barat Aceh, perairan utara, dan Aceh Selatan.
“Di wilayah itu, angin bertiup dari barat menuju ke pesisir barat Aceh, kecepatannya berkisar antara 08-45 km/jam,” sebut prakirawan BMKG, Blang Bintang, Aceh Besar ini lagi.
Kencangnya angin sepekan kedepan, sebut Jaya, akan memicu terjadi gelombang tinggi di laut Aceh. Bahkan pada pertengahan Desember ini tinggi gelombang di perairan Aceh khususnya di wilayah perairan Sabang berkisar 2.0-3.0 meter. Sedangkan perairan utara-timur Aceh, katanya, berkisar 1.5-2.5 meter dan perairan barat-selatan Aceh mencapai 2.0-3.0 meter.
Melihat kondisi itu, BMKG Blang Bintang menghimbau masyarakat di persisir, nelayan, pengguna jasa angkutan laut, dan perusahaan angkutan laut, agar tetap waspada dengan kondisi tersebut.(c47)
Sumber : Serambinews.com
Sun, Dec 12th 2010, 10:46
BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, meminta masyarakat di wilayah timur-barat, sepekan depan (12-18 Desember), waspadai banjir. Mengingat curah hujan di wilayah tersebut diprediksi masih tinggi dan berpotensi banjir.
Kepala Stasiun BMKG Blang Bintang, Samsuir DHS, melalui prakirawan Jaya Martuah lewat telpon, Sabtu (11/12) mengatakan, dari amatannya melalui Citra Satelit, masih adanya pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan, Samudra Hindia sebelah barat daya Sumatera dan Laut Andaman di sebelah utara wilayah Aceh, sehingga hal itu dapat mempengaruhi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin.
“Pumpunan massa udara yang terjadi dan masih memanasnya suhu muka laut di perairan Indonesia termasuk Aceh dengan kisaran 29-30,5 derajat Celcius, juga sangat mendukung untuk pertumbuhan awan-awan hujan di atmosfir Aceh,” kata Jaya, Bagian Analisa dan Pengolahan Data, Stasiun Meteorologi, Blang Bintang.
Sebut parikirawan berdarah batak itu lagi, kelembaban udara dari lapisan permukaan terjadi hingga 700 mb, diperkirakan cukup basah, sehingga menurutnya, dapat mendukung untuk pembentukan awan-awan hujan. Melihat fenomena itu, jelas Jaya, potensi hujan dari ringan hingga sendang disertai petir dan angin kencang, terjadi hampir merata di seluruh wilayah Aceh.
Kemudian dia juga memprediksi, sepekan kedepan, curah hujan di timur dan barat Aceh dengan demikian masih cukup tinggi dan berpotensi banjir. “Jika hal ini tidak didukung dengan daerah resapan air dan daerah aliran sungai (DAS) yang baik, maka menurutnya, potensi banjir akan terjadi, maka itu kita menghimbau agar masyarakat waspada,” kata Jaya kepada Serambi.
Menurut Jaya, wilayah yang dilanda cuaca buruk sepekan depan, hujan yang turun dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang akan melanda, Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Besar, Kepulauan Sabang, Meulaboh, dan patai barat Aceh, perairan utara, dan Aceh Selatan.
“Di wilayah itu, angin bertiup dari barat menuju ke pesisir barat Aceh, kecepatannya berkisar antara 08-45 km/jam,” sebut prakirawan BMKG, Blang Bintang, Aceh Besar ini lagi.
Kencangnya angin sepekan kedepan, sebut Jaya, akan memicu terjadi gelombang tinggi di laut Aceh. Bahkan pada pertengahan Desember ini tinggi gelombang di perairan Aceh khususnya di wilayah perairan Sabang berkisar 2.0-3.0 meter. Sedangkan perairan utara-timur Aceh, katanya, berkisar 1.5-2.5 meter dan perairan barat-selatan Aceh mencapai 2.0-3.0 meter.
Melihat kondisi itu, BMKG Blang Bintang menghimbau masyarakat di persisir, nelayan, pengguna jasa angkutan laut, dan perusahaan angkutan laut, agar tetap waspada dengan kondisi tersebut.(c47)
Sumber : Serambinews.com
Selasa, 07 Desember 2010
Cuaca Buruk, Masyarakat Diminta Lebih Waspada
Fri, Dec 3rd 2010, 10:45
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, meminta masyarakat, terutama di pesisir barat-selatan Aceh agar lebih waspada terhadap cuaca buruk yang akan melanda kawasan itu tiga hari ke depan, 4-6 Desember 2010.
Dari pantauan BMKG melalui citra satelit, daerah barat-selatan Aceh tidak saja dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan disertai petir, tetapi juga diterpa angin kencang 10-45 km/jam. BMKG Blang Bintang memprediksi, akibat angin kencang tersebut, tinggi gelombang di perairan barat-selatan Aceh mencapai 1,5-3 meter.
Kepala Stasiun BMKG Blang Bintang, Samsuir DHS melalui prakirawan Jaya Martuah Sinaga, Kamis (2/12), menyebutkan, tiga hari belakangan ini cuaca di atmosfer Aceh tidak bersahabat. Hampir merata daerah di Aceh didera cuaca ekstrem, terlebih di wilayah pesisir barat-selatan Aceh, timur-utara Aceh, Banda Aceh, dan Sabang, pada tiga hari ke depan.
Cuaca buruk ini memengaruhi kondisi angin yang awalnya datar kemudian berbelok ke daerah tekanan rendah. Atau terjadi belokan angin di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera yang berdekatan dengan perairan barat-selatan Aceh. “Ini berpeluang terjadinya pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut,” jelas Jaya kepada Serambi.
Dari parameter cuaca itu, Jaya memprediksi, pada 4-6 Desember kondisi di kawasan-kawasan itu, selain berpotensi angin kencang dengan kecepatan bisa di atas 45 km/jam, tapi tidak sampai 60 km/jam, disertai hujan yang turun menjeng sore atau malam hari. Intensitas hujan tersebut ringan hingga sedang, tapi disertai petir/guntur dengan durasi yang lama.
“Kondisi ini memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan Aceh, timur-utara Aceh dan barat-selatan Aceh, rata-rata setinggi 1,5-3 meter. Jadi, kalau dikatakan terjadi badai di wilayah pesisir barat-selatan Aceh itu tidak tepat, sebab wilayah Aceh berada di 5 derajat Lintang Utara dan 95 Bujur Timur. Artinya, di wilayah Aceh tidak berpotensi terjadi badai, tapi angin kencang,” tegas Jaya menanggapi informasi dari Serambi bahwa badai dilaporkan melanda Aceh Selatan dan Abdya.
Melihat cuaca buruk tiga hari ke depan, prakirawan berdarah Batak ini mengimbau agar nelayan dan pengguna jasa maupun perusahaan pelayaran di Aceh, senantiasa waspada dengan kondisi tersebut. (c47)
Sumber : Serambinews.com
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar, meminta masyarakat, terutama di pesisir barat-selatan Aceh agar lebih waspada terhadap cuaca buruk yang akan melanda kawasan itu tiga hari ke depan, 4-6 Desember 2010.
Dari pantauan BMKG melalui citra satelit, daerah barat-selatan Aceh tidak saja dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan disertai petir, tetapi juga diterpa angin kencang 10-45 km/jam. BMKG Blang Bintang memprediksi, akibat angin kencang tersebut, tinggi gelombang di perairan barat-selatan Aceh mencapai 1,5-3 meter.
Kepala Stasiun BMKG Blang Bintang, Samsuir DHS melalui prakirawan Jaya Martuah Sinaga, Kamis (2/12), menyebutkan, tiga hari belakangan ini cuaca di atmosfer Aceh tidak bersahabat. Hampir merata daerah di Aceh didera cuaca ekstrem, terlebih di wilayah pesisir barat-selatan Aceh, timur-utara Aceh, Banda Aceh, dan Sabang, pada tiga hari ke depan.
Cuaca buruk ini memengaruhi kondisi angin yang awalnya datar kemudian berbelok ke daerah tekanan rendah. Atau terjadi belokan angin di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera yang berdekatan dengan perairan barat-selatan Aceh. “Ini berpeluang terjadinya pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut,” jelas Jaya kepada Serambi.
Dari parameter cuaca itu, Jaya memprediksi, pada 4-6 Desember kondisi di kawasan-kawasan itu, selain berpotensi angin kencang dengan kecepatan bisa di atas 45 km/jam, tapi tidak sampai 60 km/jam, disertai hujan yang turun menjeng sore atau malam hari. Intensitas hujan tersebut ringan hingga sedang, tapi disertai petir/guntur dengan durasi yang lama.
“Kondisi ini memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan Aceh, timur-utara Aceh dan barat-selatan Aceh, rata-rata setinggi 1,5-3 meter. Jadi, kalau dikatakan terjadi badai di wilayah pesisir barat-selatan Aceh itu tidak tepat, sebab wilayah Aceh berada di 5 derajat Lintang Utara dan 95 Bujur Timur. Artinya, di wilayah Aceh tidak berpotensi terjadi badai, tapi angin kencang,” tegas Jaya menanggapi informasi dari Serambi bahwa badai dilaporkan melanda Aceh Selatan dan Abdya.
Melihat cuaca buruk tiga hari ke depan, prakirawan berdarah Batak ini mengimbau agar nelayan dan pengguna jasa maupun perusahaan pelayaran di Aceh, senantiasa waspada dengan kondisi tersebut. (c47)
Sumber : Serambinews.com
Langganan:
Postingan (Atom)